Beras Premium TGX: Strategi Hilirsasi Padi di Kabupaten Trenggalek
Kata Kunci:
Beras Premium, Hilirisasi Padi, Pertanian Trenggalek##submission.synopsis##
- Masalah inti. Padi merupakan komoditas unggulan Trenggalek, tetapi rantai nilainya belum optimal. Produksi padi turun dari 164.784 ton (2020) menjadi 138.358 ton (2024), terutama karena luas panen menyusut; produktivitas relatif stagnan 58–59 ku/ha. Pada 2025 produksi pulih menjadi 184.186 ton, namun kapasitas hilirisasi masih terbatas. Produksi beras tahun 2025 sebesar 91,2 ribu ton atau hanya 1,51% Jawa Timur dan peringkat 28.
- Analisis. Analisis LQ–Shift Share menunjukkan padi bukan basis (LQ 0,50), tetapi memiliki daya saing positif (differential shift 8.979,35). Artinya, masalah utama bukan ketiadaan potensi, melainkan fragmentasi rantai nilai: mutu gabah tidak seragam, penggilingan modern terbatas, informasi pasar lemah, dan sebagian GKP terserap pelaku luar daerah.
- Durenan, Karangan, dan Gandusari memiliki produksi 2025 masing-masing 19.712; 19.354; dan 18.987 ton. Jika 30–40% produksi klaster inti berhasil distandardisasi menjadi premium, potensi 17–23 ribu ton beras premium/tahun dan tambahan nilai ekonomi sekitar Rp17–23 miliar/tahun dapat tercipta.
- Pasar. Survei 150 responden menunjukkan preferensi premium 46,7%; 72,7% tertarik Beras TGX rutin; 78% memilih mekanisme sukarela. Dukungan terhadap petani lokal menjadi faktor pembelian tertinggi (92,7%), disusul sertifikasi Halal/SNI (87,3%). Ini menunjukkan captive market ada, tetapi keberhasilan ditentukan oleh mutu, harga, dan kemudahan akses.
REKOMENDASI UTAMA :
1) Tetapkan Zona Inti Beras Premium di Durenan–Karangan–Gandusari;
2) Modernisasi RMU + dryer + grading + polishing;
3) Konversi Beras ASN menjadi Beras TGX berbasis sukarela dan kontrak kemitraan;
4) Bentuk dashboard mutu–pasokan–permintaan;
5) ukur dampak dengan indikator serapan lokal, margin petani, dan kontinuitas pasokan.
Unduhan
Data unduhan belum tersedia.
Unduhan
##catalog.published##
2026-08-24
##series.series##
##catalog.categories##
Hak Cipta (c) 2026 TGX PRESS
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.