https://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/issue/feedBAPPERIDA2026-09-03TGX PRESS_mainaccount@bapperida.trenggalekkab.go.idOpen Monograph Press<p>Laman OMP ini adalah Repositori Dokumen Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah yang dikelola oleh BAPPERIDA Trenggalek </p>https://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/73Beras Premium TGX : Strategi Hilirisasi Padi di Kabupaten Trenggalek 2026-08-26Alqoma Subkhi<ol> <li><strong>Masalah inti</strong>. Padi merupakan komoditas unggulan Trenggalek, tetapi rantai nilainya belum optimal. Produksi padi turun dari 164.784 ton (2020) menjadi 138.358 ton (2024), terutama karena luas panen menyusut; produktivitas relatif stagnan 58–59 ku/ha. Pada 2025 produksi pulih menjadi 184.186 ton, namun kapasitas hilirisasi masih terbatas. Produksi beras tahun 2025 sebesar 91,2 ribu ton atau hanya 1,51% Jawa Timur dan peringkat 28.</li> <li><strong>Analisis</strong>. Analisis LQ–Shift Share menunjukkan padi bukan basis (LQ 0,50), tetapi memiliki daya saing positif (differential shift 8.979,35). Artinya, masalah utama bukan ketiadaan potensi, melainkan fragmentasi rantai nilai: mutu gabah tidak seragam, penggilingan modern terbatas, informasi pasar lemah, dan sebagian GKP terserap pelaku luar daerah.</li> <li>Durenan, Karangan, dan Gandusari memiliki produksi 2025 masing-masing 19.712; 19.354; dan 18.987 ton. Jika 30–40% produksi klaster inti berhasil distandardisasi menjadi premium, potensi 17–23 ribu ton beras premium/tahun dan tambahan nilai ekonomi sekitar Rp17–23 miliar/tahun dapat tercipta.</li> <li><strong>Pasar</strong>. Survei 150 responden menunjukkan preferensi premium 46,7%; 72,7% tertarik Beras TGX rutin; 78% memilih mekanisme sukarela. Dukungan terhadap petani lokal menjadi faktor pembelian tertinggi (92,7%), disusul sertifikasi Halal/SNI (87,3%). Ini menunjukkan <em>captive market </em>ada, tetapi keberhasilan ditentukan oleh mutu, harga, dan kemudahan akses.</li> </ol> <p><strong><em>REKOMENDASI UTAMA : </em></strong><em> 1) Tetapkan Zona Inti Beras Premium di Durenan–Karangan–Gandusari; 2) Modernisasi RMU + dryer + grading + polishing; 3) Konversi Beras ASN menjadi Beras TGX berbasis sukarela dan kontrak kemitraan; 4) Bentuk dashboard mutu–pasokan–permintaan; 5) ukur dampak dengan indikator serapan lokal, margin petani, dan kontinuitas pasokan.</em></p>2026-08-24Copyright (c) 2026 BAPPERIDAhttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/72Penguatan Daya Saing Perikanan Trenggalek Melalui Hilirisasi Komoditas Tuna Tongkol Cakalang2026-08-25Zakie IchwaniAlqoma SubkhiGustaf WijayaNur Mufida Wulan SariUlya Awwalul Mar’ahAnindita Diesti SabdorahsoWasiska WidayantiSyamsu Rijal Tri HidayatSavitria DjamaludinFatma Adi PrasetyaPrisca Kiki WulandariDaya Negri Wijaya<p><strong>Tantangan utama hilirisasi</strong> meliputi pasokan bahan baku yang tidak pasti akibat musim, keterbatasan rantai dingin dan teknologi pascapanen, kapasitas SDM, beban perizinan dan sertifikasi bagi usaha mikro-kecil, keterbatasan akses modal, serta pemasaran yang masih dominan lokal/regional.<br /><br />Persoalan utama perikanan TTC Trenggalek bukan semata-mata bagaimana meningkatkan volume tangkapan, tetapi <strong>bagaimana mengubah hasil tangkapan yang fluktuatif dan mudah rusak menjadi produk bernilai tambah yang memiliki pasar lebih luas, dengan tetap menjamin keberlanjutan sumber daya ikan.</strong><br /><br />Strategi hilirisasi harus membedakan posisi komoditas. Ekosistem hilirisasi TTC di Kabupaten Trenggalek telah terbentuk melalui berbagai produk yakni ikan asap/sapit, pindang, lumatan daging ikan, dan berbagai produk diversifikasi. Namun <strong>nilai tambah, standardisasi, kapasitas usaha, dan akses pasar masih perlu ditingkatkan.</strong></p>2026-08-24Copyright (c) 2026 BAPPERIDAhttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/69Nilam sebagai Produk Unggulan Daerah: Strategi Hilirisasi untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing2026-08-24Ulya Awwalul Mar'ahZakie IchwaniAlqoma SubkhiGustaf WijayaNur Mufida Wulan SariAnindita Diesti SabdorahsoImam NurhadiChitra Shinta WardhaniRenata Widi Astuti<p>● <strong>Nilam berpotensi besar sebagai Produk Unggulan Daerah (PUD) prioritas di </strong><strong>Kabupaten Trenggalek yang memiliki peluang besar pada industri parfum, kosmetik, </strong><strong>aromaterapi, farmasi, dan <em>wellness product</em>.</strong> Pada tahun 2025, produksi daun nilam kering mencapai 1.176,49 ton dengan luas tanam 172,15 hektare. Meski demikian, sebagian besar nilai tambah ekonomi masih dinikmati industri hilir di luar daerah karena komoditas nilam masih dipasarkan dalam bentuk daun kering dan minyak nilam. <br />● Hasil kajian lapangan, wawancara, studi literatur, dan Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa <strong>tantangan utama pengembangan nilam meliputi produktivitas </strong><strong>yang belum maksimal, keterbatasan bibit unggul, belum tersedianya laboratorium </strong><strong>mutu, rendahnya standarisasi produk, lemahnya kelembagaan usaha, harga yang </strong><strong>tidak stabil dan belum berkembangnya industri hilir berbasis minyak atsiri.</strong> <br />● <strong>Hasil survei masyarakat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat </strong><strong>terhadap nilam masih relatif rendah</strong>, terdapat 50 persen responden yang pernah mendengar nilam. Namun, potensi pasar produk hilir nilam cukup besar, ditunjukkan oleh 93,3 persen responden yang tertarik membeli produk akhir nilam khas Trenggalek dan 96,7 persen yang menilai nilam layak dikembangkan sebagai Produk Unggulan Daerah. <br />● Policy brief ini merekomendasikan <strong>penguatan budidaya, pembangunan sistem mutu, </strong><strong>penguatan kelembagaan bisnis, serta pengembangan produk turunan bernilai </strong><strong>tambah</strong> sebagai strategi transformasi ekonomi daerah.</p>2026-08-24Copyright (c) 2026 BAPPERIDAhttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/68Akselerasi Daya Saing Kabupaten Trenggalek: Analisis dan Rekomendasi Berbasis IDSD 20252026-08-23Nur Mufida WulansariAlqoma SubkhiGustaf WijayaZakie IchwaniUlya Awwalul Mar'ahAnindita Diesti SabdorahsoArditya WicaksonoEko WahyonoRosita Novi Andari<ul> <li><strong>Daya saing daerah merupakan faktor kunci dalam menentukan kemampuan wilayah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.</strong> Kabupaten Trenggalek menunjukkan peningkatan dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025. Namun, performa ini masih berada di bawah skor rata-rata kabupaten/kota di Jawa Timur (3,74).</li> <li><strong>Beberapa pilar strategis menunjukkan kinerja relatif rendah terutama pada sistem keuangan, pasar tenaga kerja, serta kapabilitas inovasi.</strong> Ketertinggalan pada aspek tersebut berpotensi menghambat transformasi ekonomi daerah menuju pertumbuhan yang lebih produktif dan berbasis inovasi.</li> <li><strong>Policy brief ini menganalisis perkembangan daya saing Trenggalek berdasarkan komponen IDSD 2025</strong> dan laju daya saing nasional, provinsi, dan rata-rata kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur.</li> <li><strong>Hasil analisis menunjukkan bahwa penguatan ekosistem inovasi dan akses pembiayaan usaha menjadi kunci untuk mengubah keadaan ke depan menjadi lebih baik.</strong> Fokus utama strategi diarahkan pada 1. pengembangan ekosistem inovasi daerah dan digitalisasi ekonomi yang terintegrasi dengan penguatan pembiayaan, 2. peningkatan SDM tenaga kerja, 3. adanya kolaborasi aktif dengan sektor swasta dan perguruan tinggi.</li> </ul>2026-08-23Copyright (c) 2026 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/64Laporan Survey Kepuasan Masyarakat | BAPPERIDA 20252026-08-20BAPPERIDA Trenggalek<p>Survei Kepuasan Masyarakat merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan pelayanan publik. Untuk menilai kualitas layanan yang diberikan oleh Bappedalitbang Kabupaten Trenggalek kepada instansi pemerintah daerah dan masyarakat, pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (IKM) sangatlah penting.</p>2026-08-20Copyright (c) 2026 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/63Laporan Survey Kepuasan Masyarakat | BAPPERIDA 20262026-08-20BAPPERIDA<p>A Public Satisfaction Survey is a necessary step in the effort to improve public services. To assess the quality of services provided by Bappedalitbang Trenggalek Regency to regional government agencies and the public, it is essential to conduct a Public Satisfaction Survey (IKM).</p>2026-08-20Copyright (c) 2026 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/62Implementation of the MMD 1000-D Program by Group 51 of Brawijaya University in Sumberbening Village, Trenggalek Regency2026-08-17MMD UB 51<p>The program of Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 1000-D, Group 51 from Brawijaya University, was carried out in Sumberbening Village, Dongko Subdistrict, Trenggalek Regency, East Java, from July 6 to August 6, 2026, under the theme “Students Making an Impact Through Science, Technology, and Innovation Toward Empowered Villages.” This program was designed using a participatory approach that began with a field survey, needs assessment, and discussions with village officials and the community, ensuring that the program was truly rooted in the conditions and aspirations of local residents.</p> <p>The results of the needs assessment were translated into nine work programs covering four main sectors: environment, agriculture and forestry, law and institutions, and tourism. Among these are GEMAS (organic waste management through maggot cultivation), TANGKAS (strengthening waste management), GEMBUR (converting animal manure into organic fertilizer), and other programs that support the strengthening of village institutions and the development of digital-based tourism potential.</p> <p>This chapter discusses the background, implementation methods, activity cycles, and the results and analysis of each program using the fishbone diagram approach, as a form of scientific accountability for the implementation of sustainability-oriented community service.</p>2026-08-20Copyright (c) 2026 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/60Membaca Pasar Kopi Trenggalek2026-08-16Zakie IchwaniImam NurhadiChitra Shinta WardhaniAlqoma SubkhiGustaf WijayaAndika Bagus Nur Rahma Putra Nur Mufida WulansariUlya Awwalul Mar'ahAninditas Diesti SabdorahsoNunik HariyatiNuriana PriastutiAbdul HarisAfidatul Lutfita Shofiatur Rizka<ul> <li>Kajian ini bertujuan untuk memetakan pasar kopi di Trenggalek dari hulu ke hilir.</li> <li>HULU: Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun masyarakat memiliki minat dan kebanggaan yang tinggi terhadap kopi asli Trenggalek, khususnya dari wilayah dataran tinggi seperti Bendungan dan Dongko, promosi produk lokal masih belum optimal dan stok masih terbatas. Selain itu, sebagian besar kopi Trenggalek masih dipasarkan dalam bentuk asalan dengan mutu pascapanen yang belum terstandarisasi.</li> <li>HILIR: Hilir kopi di Trenggalek terus tumbuh, bahkan melampaui kemampuan produksi dari kopi lokal. Pendorong utama loyalitas konsumen dalam pemilihan merek adalah konsistensi rasa, lokasi yang strategis, serta kesesuaian tempat untuk interaksi sosial (nongkrong) maupun kerja jarak jauh (<em>remote work</em>).</li> <li>Data yang diperoleh mengungkap budaya minum kopi yang dinamis yang didorong terutama oleh generasi muda (Gen Z dan Milenial). Budaya ini dicirikan oleh struktur pasar ganda yang unik:</li> </ul> <ol> <li>Sektor "Warkop" Tradisional: Berfokus pada penyediaan kopi hitam yang kuat, intens, dengan kisaran harga Rp. 5000,00</li> <li>Sektor "Kafe" Modern: Memprioritaskan kenyamanan suasana sosial, estetika tempat, dan variasi minuman berbasis susu dan robusta, dengan preferensi harga di bawah Rp. 15.000,00</li> </ol>2026-08-16Copyright (c) 2026 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/61Katalog OFFTAKER Kopi - Jawa Timur 2026-08-16BAPPERIDA TrenggalekDinas Pertanian dan Pangan TrenggalekMantrikopi Trenggalek<p>Katalog Offtaker Kopi ini berisi daftar POTENTIAL BUYER untuk kopi Trenggalek. Katalog ini berisikan OFFTAKER dengan skala industri, coffee dealer, serta micro roastery, beserta spesifikasi dan pola kerja sama masing - masing OFFTAKER. Katalog ini merupakan hasil kerjasama BAPPERIDA Trenggalek, Dinas Pertanian dan Pangan serta Komunitas MANTRIKOPI Trenggalek. </p>2026-08-16Copyright (c) 2026 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/74Perubahan RKPD Tahun 2026 Kabupaten Trenggalek2026-08-28Bapperida<p>Kebijakan pembangunan tahun 2026 di Kabupaten Trenggalek disusun sebagai penjabaran visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati yang selaras dengan arah kebijakan nasional melalui Asta Cita Presiden 2026–2029, yang mencakup antara lain: percepatan pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, swasembada pangan, ekonomi berbasis kerakyatan, transformasi digital, serta pembangunan yang berkelanjutan dan adil. Dalam kerangka tersebut, program dan kegiatan tahun 2026 diarahkan untuk memperkuat hilirisasi pertanian dan UMKM, perluasan cakupan pendidikan inklusif, penguatan layanan kesehatan primer, serta pengembangan kawasan ekonomi lokal berbasis potensi desa dan ramah lingkungan. Selain itu, program prioritas daerah seperti penyediaan rumah layak huni untuk MBR, revitalisasi fasilitas kesehatan, pembangunan sekolah rakyat, serta implementasi program makan bergizi gratis menjadi focus pembangunan Kabupaten Trenggalek yang kreatif, regeneratif, sejahtera, dan rendah emisi karbon. Seluruh kebijakan ini didesain untuk menjawab tantangan pembangunan daerah sekaligus mengakselerasi pencapaian tujuan nasional secara kontekstual dan berdampak nyata di tingkat lokal.</p>2026-07-29Copyright (c) 2026 BAPPERIDAhttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/67Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 20272026-08-21Bapperida<p>RKPD Tahun 2027 Kabupaten Trenggalek mengusung tema “Penguatan Peran Komunitas dan Lintas Sektor dalam Rangka Mewujudkan Kota Atraktif”. Penguatan peran komunitas diwujudkan melalui pemberdayaan kelompok masyarakat, pelaku usaha lokal, pemuda, perempuan, serta komunitas desa dalam berbagai sektor pembangunan, khususnya ekonomi kreatif, pertanian, perikanan, dan pariwisata berbasis potensi lokal. Sementara itu, pendekatan lintas sektor menekankan pentingnya integrasi peran antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam merancang dan melaksanakan program pembangunan secara kolaboratif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika perubahan. Konsep “kota atraktif” dalam konteks Kabupaten Trenggalek tidak semata dimaknai sebagai kawasan perkotaan yang maju secara fisik, tetapi lebih pada terwujudnya wilayah yang memiliki daya tarik ekonomi, sosial, dan lingkungan yang seimbang. Kota atraktif diartikan sebagai ruang hidup yang mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, menyediakan layanan dasar yang berkualitas, menghadirkan ruang publik yang hidup dan inklusif, serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.Melalui tema ini, pembangunan Kabupaten Trenggalek Tahun 2027 diarahkan untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang kolaboratif, di mana komunitas menjadi penggerak utama, didukung oleh tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berbasis data, serta infrastruktur yang memadai.</p>2026-07-13Copyright (c) 2026 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/25Perikanan Berkelanjutan, Emas Biru Trenggalek2026-04-09Kacuk WibisonoImam SyaifudinRiski Eka PurnairawanNia KurniatiRahman Sanjay OvaRegina Dwi AuliaAry Wibowo<p>Ringkasan berikut menyajikan substansi utama Profil Riset Trenggalek Tahun 2025 dengan tema “Akselerasi Industri Pengolahan Daerah” sebagai dokumen strategis yang menghimpun ide dan aksi inovatif hasil kurasi Festival Gagasan dan Aksi (GALAKSI) Tahun 2025. Dokumen ini merefleksikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi serta daya saing wilayah. Festival GALAKSI berfungsi sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan inovator, kreator, dan pemikir muda guna menghasilkan solusi nyata atas berbagai tantangan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan pendekatan partisipatif dan inklusif, profil riset ini tidak hanya memuat gagasan kreatif, tetapi juga menampilkan praktik implementatif yang berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut. Lebih jauh, dokumen ini menegaskan urgensi sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan responsif terhadap perubahan. Berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, penguatan struktur industri lokal, serta transformasi ekonomi berbasis sumber daya unggulan, Profil Riset Trenggalek 2025 juga mengarusutamakan komitmen terhadap target net zero carbon melalui strategi pembangunan yang berwawasan lingkungan. Dengan demikian, dokumen ini diharapkan berfungsi sebagai acuan kebijakan sekaligus katalisator bagi lahirnya inovasi daerah yang adaptif, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang.</p>2026-04-16Copyright (c) 2026 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/30Budaya lari, Potensi Wisata : Rekomendasi Kebijakan Sport Tourism Berkelanjutan di Trenggalek 2026-04-15Zakie IchwaniAlqoma SubkhiGustaf WijayaNur Mufida WulansariUlya Awwalul MaráhAnindita Diesti SabdorahsoMasetya Mukti<p>Budaya lari menjadi tren yang sangat populer saat ini, tidak terkecuali di Trenggalek. Policy Brief ini menganalisis profil, perilaku, persepsi, dan kebutuhan infrastruktur para pelari di Trenggalek, dengan mengambil representasi dari Peserta TGX Culture Run 2026.</p> <p>Studi ini menyoroti potensi Trenggalek sebagai destinasi sport tourism dan wisata, namun juga mengidentifikasi celah antara kepuasan peserta terhadap event dengan perputaran ekonomi melalui lama tinggal, pengeluaran belanja serta niat berwisata kembali atau mengikuti event lain.</p> <p>Policy brief ini menyajikan dan merekomendasikan langkah-langkah strategis untuk mendukung budaya lari, mengoptimalkan penyelenggaraan event unggulan yang berkelanjutan, meningkatkan dampak ekonomi lokal, dan mengangkat citra Trenggalek sebagai destinasi sport tourism.</p>2026-04-15Copyright (c) 2026 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/27Hilirisasi Peternakan Berbasis SumberDaya Alam2026-04-10Muhammad Taufiq RabbaniIr. Syamsul ArifinSaerojiUun YusufaAlik Ulfatus SolikahAvilian Anggera<p>Profil Riset Trenggalek Tahun 2025 dengan tema “Akselerasi Industri Pengolahan Daerah” merupakan dokumen strategis yang merangkum gagasan dan aksi inovatif hasil kurasi dari Festival Gagasan dan Aksi (GALAKSI) Tahun 2025. Dokumen ini disusun sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Festival GALAKSI berperan sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan inovator, kreator, dan pemikir muda untuk menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif dan inklusif, profil riset ini tidak hanya merepresentasikan ide-ide kreatif, tetapi juga menampilkan praktik aksi nyata yang berpotensi direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, dokumen ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan orientasi pada peningkatan pendapatan daerah, penguatan daya saing industri lokal, serta komitmen terhadap target net zero carbon, Profil Riset Trenggalek 2025 diharapkan menjadi referensi kebijakan sekaligus inspirasi bagi pengembangan inovasi daerah yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.</p>2026-04-12Copyright (c) 2026 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/19Pasar Daerah Berpendapatan Tinggi2026-04-08Avilian AnggeraArsiahMisranMoh Irhas ShobirinPreviari Candra Sukmono<p>Profil Riset Trenggalek Tahun 2025 dengan tema “Akselerasi Industri Pengolahan Daerah” merupakan dokumen strategis yang merangkum gagasan dan aksi inovatif hasil kurasi dari Festival Gagasan dan Aksi (GALAKSI) Tahun 2025. Dokumen ini disusun sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Festival GALAKSI berperan sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan inovator, kreator, dan pemikir muda untuk menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif dan inklusif, profil riset ini tidak hanya merepresentasikan ide-ide kreatif, tetapi juga menampilkan praktik aksi nyata yang berpotensi direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, dokumen ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan orientasi pada peningkatan pendapatan daerah, penguatan daya saing industri lokal, serta komitmen terhadap target net zero carbon, Profil Riset Trenggalek 2025 diharapkan menjadi referensi kebijakan sekaligus inspirasi bagi pengembangan inovasi daerah yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/26Pertanian Hijau Berkelanjutan2026-04-09Joko SamudroHamzah Nur AzisAlwi BurhanudinRodiahSaechoniAmin WahyonoHenrigo Rodita UtwijayaFaridah MasrurohRianti Angga Ning Tyas<p>Profil Riset Trenggalek Tahun 2025 dengan tema “Akselerasi Industri Pengolahan Daerah” merupakan dokumen strategis yang merangkum gagasan dan aksi inovatif hasil kurasi dari Festival Gagasan dan Aksi (GALAKSI) Tahun 2025. Dokumen ini disusun sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal guna meningkatkan nilai tambah ekonomi dan daya saing daerah. Festival GALAKSI berfungsi sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan inovator, kreator, dan pemikir muda untuk menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif dan inklusif, profil riset ini tidak hanya merepresentasikan ide-ide kreatif, tetapi juga menampilkan praktik aksi nyata yang memiliki potensi untuk direplikasi, dikembangkan, dan diintegrasikan ke dalam kebijakan publik. Selain itu, dokumen ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Dengan fokus pada peningkatan pendapatan daerah, penguatan struktur industri lokal, serta akselerasi transformasi ekonomi berbasis sumber daya unggulan, Profil Riset Trenggalek 2025 juga menegaskan komitmen terhadap pencapaian target net zero carbon melalui strategi pembangunan yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, dokumen ini diharapkan tidak hanya menjadi referensi kebijakan, tetapi juga sumber inspirasi bagi pengembangan inovasi daerah yang adaptif, inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan di masa depan.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/24Smart Mobility Menuju Kota Atraktif2026-04-09HardiyantoEfri Triagus SHeri Prasetyo<p>Profil Riset Trenggalek Tahun 2025 dengan tema “Akselerasi Industri Pengolahan Daerah” merupakan dokumen strategis yang merangkum gagasan dan aksi inovatif hasil kurasi dari Festival Gagasan dan Aksi (GALAKSI) Tahun 2025. Dokumen ini disusun sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Festival GALAKSI berperan sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan inovator, kreator, dan pemikir muda untuk menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif dan inklusif, profil riset ini tidak hanya merepresentasikan ide-ide kreatif, tetapi juga menampilkan praktik aksi nyata yang berpotensi direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, dokumen ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan orientasi pada peningkatan pendapatan daerah, penguatan daya saing industri lokal, serta komitmen terhadap target net zero carbon, Profil Riset Trenggalek 2025 diharapkan menjadi referensi kebijakan sekaligus inspirasi bagi pengembangan inovasi daerah yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/23Pengolahan Berkelanjutan untuk Trenggalek Lestari2026-04-09Edy PurtamantoZhulya Nur ChofifaM. Faruq AwaludinRian Nur CahyonoNovinda Iwang DarpitaSuparlanYuni MulyantoAf’idatul Lutfita Shofiatur RizkaFaridlotul Ma’rifahMohammad Ali Mahfud EfendiHendro Yudi HariyantoAnisa Listia WardaniAbdullah Rizqi RomadhanSri NurhayatiBinti Zamrotul FirdaniyatiDava Putra RamadhanCandra Dwi ApridaHenrigo Rodita UtwijayaFaridatul AfidahAura Negra TalisaDheny Nur BaitiJarkasiMariya PatmawatiFebri Rahmat DonaAyra Balqis Khansa HanifahImam BaidowiTitin SuryaningtyasSri WinartiRahman Sanjay OvaYeni PurbayantiSiti Nur Aliyatul AzizahWahyu Agung SaputraDian MeiningtiasSailendra Srihadi SanjayaKamali AliArifin<p>Ringkasan berikut menyajikan substansi utama Profil Riset Trenggalek Tahun 2025 dengan tema “Akselerasi Industri Pengolahan Daerah” sebagai dokumen strategis yang menghimpun ide dan aksi inovatif hasil kurasi Festival Gagasan dan Aksi (GALAKSI) Tahun 2025. Dokumen ini merefleksikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi serta daya saing wilayah. Festival GALAKSI berfungsi sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan inovator, kreator, dan pemikir muda guna menghasilkan solusi nyata atas berbagai tantangan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan pendekatan partisipatif dan inklusif, profil riset ini tidak hanya memuat gagasan kreatif, tetapi juga menampilkan praktik implementatif yang berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut. Lebih jauh, dokumen ini menegaskan urgensi sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan responsif terhadap perubahan. Berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, penguatan struktur industri lokal, serta transformasi ekonomi berbasis sumber daya unggulan, Profil Riset Trenggalek 2025 juga mengarusutamakan komitmen terhadap target net zero carbon melalui strategi pembangunan yang berwawasan lingkungan. Dengan demikian, dokumen ini diharapkan berfungsi sebagai acuan kebijakan sekaligus katalisator bagi lahirnya inovasi daerah yang adaptif, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/22Pengairan Cerdas untuk Masa Depan2026-04-09HermawanGedhe AshariHardiyanto<p>Tulisan ini merangkum inti dari Profil Riset Trenggalek Tahun 2025 yang mengusung tema “Akselerasi Industri Pengolahan Daerah” sebagai dokumen strategis hasil kurasi gagasan dan aksi inovatif melalui Festival Gagasan dan Aksi (GALAKSI) Tahun 2025. Dokumen ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal guna mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi dan daya saing wilayah. Festival GALAKSI menjadi ruang interaksi kolaboratif yang mempertemukan berbagai aktor, seperti inovator, kreator, dan pemikir muda, untuk merumuskan solusi konkret atas beragam tantangan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan mengedepankan pendekatan partisipatif dan inklusif, profil riset ini tidak hanya memuat ide-ide inovatif, tetapi juga menghadirkan contoh praktik implementasi yang memiliki peluang untuk direplikasi dan dikembangkan secara lebih luas. Selain itu, dokumen ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha dalam membangun sistem inovasi daerah yang berkelanjutan. Berfokus pada peningkatan pendapatan daerah, penguatan struktur industri lokal, serta transformasi ekonomi berbasis potensi unggulan, Profil Riset Trenggalek 2025 juga mengintegrasikan komitmen terhadap pencapaian target net zero carbon melalui pendekatan pembangunan yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, dokumen ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis sekaligus pemicu berkembangnya inovasi daerah yang adaptif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/21Pendidikan Lestari Trenggalek Berseri2026-04-09NuraniSurya Hadi Widi JatmikaYuni MulyantoNur IshaqTia MurdianingsihIchwan AbdilahKoriahNur Rofik Kartika SetyawatiJoko SiswantoKoiri NikmahRaditya Bagus Gilang PradanaRovita SariAnies SukrisdyanaSMPN 6 Trenggalek<p>Ringkasan berikut menyajikan substansi utama Profil Riset Trenggalek Tahun 2025 dengan tema “Akselerasi Industri Pengolahan Daerah” sebagai dokumen strategis yang menghimpun ide dan aksi inovatif hasil kurasi Festival Gagasan dan Aksi (GALAKSI) Tahun 2025. Dokumen ini merefleksikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi serta daya saing wilayah. Festival GALAKSI berfungsi sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan inovator, kreator, dan pemikir muda guna menghasilkan solusi nyata atas berbagai tantangan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan pendekatan partisipatif dan inklusif, profil riset ini tidak hanya memuat gagasan kreatif, tetapi juga menampilkan praktik implementatif yang berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut. Lebih jauh, dokumen ini menegaskan urgensi sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan responsif terhadap perubahan. Berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, penguatan struktur industri lokal, serta transformasi ekonomi berbasis sumber daya unggulan, Profil Riset Trenggalek 2025 juga mengarusutamakan komitmen terhadap target net zero carbon melalui strategi pembangunan yang berwawasan lingkungan. Dengan demikian, dokumen ini diharapkan berfungsi sebagai acuan kebijakan sekaligus katalisator bagi lahirnya inovasi daerah yang adaptif, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/20Kabupaten Trenggalek Berpendapatan Tinggi2026-04-09Ainun Najib<p>Profil Riset Trenggalek Tahun 2025 dengan tema “Akselerasi Industri Pengolahan Daerah” merupakan dokumen strategis yang merangkum gagasan dan aksi inovatif hasil kurasi dari Festival Gagasan dan Aksi (GALAKSI) Tahun 2025. Dokumen ini disusun sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan sektor industri pengolahan berbasis potensi lokal guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Festival GALAKSI berperan sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan inovator, kreator, dan pemikir muda untuk menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif dan inklusif, profil riset ini tidak hanya merepresentasikan ide-ide kreatif, tetapi juga menampilkan praktik aksi nyata yang berpotensi direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, dokumen ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan orientasi pada peningkatan pendapatan daerah, penguatan daya saing industri lokal, serta komitmen terhadap target net zero carbon, Profil Riset Trenggalek 2025 diharapkan menjadi referensi kebijakan sekaligus inspirasi bagi pengembangan inovasi daerah yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/18Green and Eco-Friendly Tourism2026-04-07Tegar Rismanuar NuryitmawanNendra FebriantoHadi KusnantoM.Yesa Sreba Randian SPraja Firdaus NuryanandaWahyu AndikaAhmad NajibNirmala Rizki DarmaharaniPriyo SurosoMuhammad Yesa SrebaNovia Alistriwahyuni PristaIsyantik<p>The Trenggalek Research Profile 2025, themed “Acceleration of Regional Processing Industry,” is a strategic document that compiles innovative ideas and actions curated from the 2025 Festival of Ideas and Action (GALAKSI). This document reflects the local government’s commitment to strengthening the processing industry sector based on local potential to enhance regional economic value. The GALAKSI Festival serves as a collaborative platform that brings together innovators, creators, and young thinkers to generate practical solutions to various development challenges, including social, economic, and environmental issues. Through a participatory and inclusive approach, this research profile not only represents creative ideas but also showcases actionable initiatives with the potential for replication and further development. Furthermore, the document emphasizes the importance of synergy between government, communities, and stakeholders in achieving sustainable development. With a focus on increasing regional income, enhancing the competitiveness of local industries, and committing to net zero carbon targets, the Trenggalek Research Profile 2025 is expected to serve as both a policy reference and a source of inspiration for adaptive, competitive, and sustainable regional innovation in the future.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/17Sustainable Trenggalek2026-04-07Eko MargonoAkhmad David Kurnia PutraInsih PurwaningrumHenrigo Rodita UtwijayaRosita Ayu YulianaHari Subagyo<p>The Trenggalek Research Profile 2025, themed “Acceleration of Regional Processing Industry,” is a strategic document that compiles innovative ideas and actions curated from the 2025 Festival of Ideas and Action (GALAKSI). This document reflects the local government’s commitment to strengthening the processing industry sector based on local potential to enhance regional economic value. The GALAKSI Festival serves as a collaborative platform that brings together innovators, creators, and young thinkers to generate practical solutions to various development challenges, including social, economic, and environmental issues. Through a participatory and inclusive approach, this research profile not only represents creative ideas but also showcases actionable initiatives with the potential for replication and further development. Furthermore, the document emphasizes the importance of synergy between government, communities, and stakeholders in achieving sustainable development. With a focus on increasing regional income, enhancing the competitiveness of local industries, and committing to net zero carbon targets, the Trenggalek Research Profile 2025 is expected to serve as both a policy reference and a source of inspiration for adaptive, competitive, and sustainable regional innovation in the future.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/16Regional Forest Area Transformation2026-04-07Faridlotul Ma’rifahEko MargonoAgus Rianto<p>The Trenggalek Research Profile 2025, themed “Acceleration of Regional Processing Industry,” is a strategic document that compiles innovative ideas and actions curated from the 2025 Festival of Ideas and Action (GALAKSI). This document reflects the local government’s commitment to strengthening the processing industry sector based on local potential to enhance regional economic value. The GALAKSI Festival serves as a collaborative platform that brings together innovators, creators, and young thinkers to generate practical solutions to various development challenges, including social, economic, and environmental issues. Through a participatory and inclusive approach, this research profile not only represents creative ideas but also showcases actionable initiatives with the potential for replication and further development. Furthermore, the document emphasizes the importance of synergy between government, communities, and stakeholders in achieving sustainable development. With a focus on increasing regional income, enhancing the competitiveness of local industries, and committing to net zero carbon targets, the Trenggalek Research Profile 2025 is expected to serve as both a policy reference and a source of inspiration for adaptive, competitive, and sustainable regional innovation in the future.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/15Akselerasi Industri Pengolahan Daerah2026-04-07Sintha Eky YannuartiTaufik Hidayat Adi SaputraGedhe AshariDeni Adams FirmansyahEsti Ayu NusworiniNuur Hafizhah KariimPraja Firdaus NuryanandaMamik SulistiyowatiHeri Yulianto<p>The Trenggalek Research Profile 2025, themed “Acceleration of Regional Processing Industry,” is a strategic document that compiles innovative ideas and actions curated from the 2025 Festival of Ideas and Action (GALAKSI). This document reflects the local government’s commitment to strengthening the processing industry sector based on local potential to enhance regional economic value. The GALAKSI Festival serves as a collaborative platform that brings together innovators, creators, and young thinkers to generate practical solutions to various development challenges, including social, economic, and environmental issues. Through a participatory and inclusive approach, this research profile not only represents creative ideas but also showcases actionable initiatives with the potential for replication and further development. Furthermore, the document emphasizes the importance of synergy between government, communities, and stakeholders in achieving sustainable development. With a focus on increasing regional income, enhancing the competitiveness of local industries, and committing to net zero carbon targets, the Trenggalek Research Profile 2025 is expected to serve as both a policy reference and a source of inspiration for adaptive, competitive, and sustainable regional innovation in the future.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/14Inovasi Kebencanaan Berbasis Masyarakat2026-04-07Bambang Sigit SudaryonoEko PriyantoAfrandi Karsanifan<p>The Trenggalek Research Profile 2025: Community-Based Disaster Innovation is a strategic document developed as an expression of gratitude for the timely completion of idea collection and curation through the Festival Gagasan dan Aksi (GALAKSI) 2025. This document presents a compilation of innovative ideas generated through active community participation, particularly from innovators, creators, and young thinkers, focusing on community-based disaster solutions. The GALAKSI Festival serves not only as a competition platform but also as a collaborative space that fosters creativity, innovation, and the implementation of real actions to address development, social, and environmental challenges in Trenggalek Regency. Through a systematic selection and curation process, this research profile highlights leading ideas with strong potential for sustainable implementation and positive societal impact. Furthermore, the document reflects a collaborative synergy between local government and the community in advancing inclusive, competitive, and future-oriented development. Emphasizing community-based disaster innovation represents a strategic effort to strengthen regional resilience against disaster risks while supporting Trenggalek’s vision of becoming a high-income and sustainable region. The commitment to achieving net zero carbon targets is also an integral component of the policy direction outlined in this profile, reinforcing Trenggalek’s position as an adaptive, resilient, and environmentally conscious region.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/10Optimalisasi Aset Daerah untuk Peningkatan PAD2026-04-06Faridlotul Ma’rifahWahyu Joko SamudroAlqoma SubkhiUlya Awwalul MaráhAnindita Diesti Sabdorahso<div class="flex flex-col text-sm pb-25"> <section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&:has([data-writing-block])>*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:f7119444-7533-44bc-8211-6653eea49083-0" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant"> <div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)"> <div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn"> <div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow"> <div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="736c7825-0dc3-4a86-9cdc-0adf90f4e669" data-turn-start-message="true" data-message-model-slug="gpt-5-3"> <div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden"> <div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling"> <p data-start="1457" data-end="2856" data-is-last-node="" data-is-only-node="">The Trenggalek Research Profile 2025 highlights the optimization of regional assets as a strategic approach to enhancing local revenue through innovative, collaborative, and sustainable frameworks. This document is a curated compilation of selected ideas and actions from the 2025 Festival of Ideas and Action (GALAKSI), serving as a participatory platform for local innovators and creators to address regional development challenges. It presents strategic initiatives focused on productive and value-added asset utilization, including the transformation of the Old Theater Building into the Menak Sopal Museum as a cultural preservation and tourism investment effort, the development of a regional asset marketplace as a digital platform for asset leasing optimization, and the reform of asset governance through centralization, digitalization, and system integration. These initiatives reflect a policy direction that not only emphasizes revenue generation but also strengthens local identity, enhances management efficiency, and promotes transparency and accountability. Overall, this research profile represents a synergistic effort between local government and the community in advancing asset-based economic transformation, aiming to achieve a fiscally independent, competitive, and sustainable Trenggalek, while supporting the acceleration of net zero carbon targets.</p> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </section> </div>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/1BIODIVERSITAS TRENGGALEK2026-03-26Akhmad David Kurnia<p>This book on Trenggalek’s biodiversity was compiled as part of a biodiversity survey conducted in Trenggalek Regency. The project received full support from the Trenggalek Regency Government, both in terms of funding and technical assistance. The reviews included in this book cover, among other things, profiles of the activity sites, biodiversity data for the entire region, biodiversity data for each research site, and descriptions of some of the documented species. The documentation of plant and wildlife species in this book consists of data collected at the activity sites.</p>2025-12-31Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/75Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-20292026-09-03Bapperida<p><strong data-start="58" data-end="104">RPJMD Kabupaten Trenggalek Tahun 2025–2029</strong> merupakan pedoman pembangunan daerah selama lima tahun yang menjabarkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan pembangunan. Pembangunan difokuskan pada <strong data-start="276" data-end="447" data-is-only-node="">peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi daerah, pengentasan kemiskinan, peningkatan infrastruktur, pelestarian lingkungan, serta penguatan tata kelola pemerintahan</strong> guna mewujudkan Trenggalek yang <strong data-start="480" data-end="533">maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan</strong>.</p>2025-08-26Copyright (c) 2025 BAPPERIDAhttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/32Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-20292026-04-16Bappenas<p>Perpres ini mengatur mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM Nasional) Tahun 2025-2029. RPJM Nasional merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program pasangan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilihan Umum Tahun 2024 yang disusun berdasarkan RPJP Nasional. RPJM Nasional dimaksud memuat strategi Pembangunan Nasional, kebijakan umum, program kementerian/lembaga dan lintas kementerian/lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan, serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran secara menyeluruh dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.</p>2025-02-10Copyright (c) 2025 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/8Monitoring dan Evaluasi INOVASI 2024 - Bidang Pendidikan2026-03-28BAPPERIDA Trenggalek<p>The 2024 Monitoring and Evaluation Study Report on Educational Innovation in Trenggalek Regency documents a range of innovations developed to strengthen the local education ecosystem, encompassing efforts to create more conducive learning environments, enhance teacher competencies, and enrich student learning experiences. The report provides a comprehensive assessment of educational innovation performance — tracing the challenges, results, and impacts of each implemented initiative. Serving both as a performance accountability instrument and a practical guide for improvement, it presents strategic recommendations aimed at sustaining and advancing the quality of educational innovation in Trenggalek Regency going forward.</p>2024-12-31Copyright (c) 2024 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/7Monitoring dan Evaluasi INOVASI 2023 - Bidang Kesehatan2026-03-28BAPPERIDA Trenggalek<p>The 2024 Monitoring and Evaluation Study Report on Health Sector Innovation in Trenggalek Regency documents a range of innovations developed to promote more effective and efficient healthcare services, strengthen the capacity and competence of health workers, and deliver higher-quality service experiences for the community. The report offers a comprehensive assessment of health innovation performance — detailing the challenges, achievements, and impacts of each implemented initiative, alongside the opportunities and obstacles encountered along the way. Functioning as both a performance accountability instrument and a practical guide for improvement, it presents strategic recommendations to sustain and enhance the quality of health sector innovation in support of improved community health outcomes across Trenggalek Regency.</p>2024-12-31Copyright (c) 2024 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/6Monitoring dan Evaluasi INOVASI OPD 20242026-03-28BAPPERIDA Trenggalek<p>The 2024 Regional Innovation Monitoring and Evaluation Study Report of Trenggalek Regency presents a thorough assessment of innovation performance across Regional Government Organizations (OPD), serving both as a public accountability document and a practical basis for improvement recommendations. The report traces innovation achievements across multiple levels — from outputs and outcomes to tangible impacts on community welfare — while identifying the challenges encountered during implementation. Through a results-oriented evaluation framework, this report not only captures what has been accomplished but also formulates strategic steps to optimize the regional innovation ecosystem. It is hoped that this document will make a meaningful contribution to the sustainable advancement of innovation in Trenggalek Regency.</p>2024-12-31Copyright (c) 2024 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/5Monitoring dan Evaluasi INOVASI Tahun 2023 2026-03-28BAPPERIDA Trenggalek<p>The 2023 Regional Innovation Monitoring and Evaluation Study Report of Trenggalek Regency presents a comprehensive assessment of innovation implementation within the local government, serving as a form of performance accountability to the public. The report examines the success rate of regional innovations by tracing achievements across outputs, outcomes, and tangible impacts on community welfare. Beyond a conventional reporting document, this study functions as a strategic instrument for identifying systemic challenges within the innovation ecosystem and formulating constructive recommendations for improvement. Through a systematic monitoring and evaluation approach, this report aims to reinforce the regency's commitment to building a sustainable, problem-solving-oriented innovation ecosystem in service of regional development.</p>2024-12-31Copyright (c) 2024 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/3Regional Innovation Profile 20232026-03-28BAPPERIDA Trenggalek<p>The Regional Innovation Profile: <em>Collaborate to Innovate 2023</em> documents the flagship innovations developed by the Trenggalek Regency Government as a tangible expression of its commitment to strengthening regional governance performance, in line with Law No. 23 of 2014 on Regional Government. Anchored in the spirit of collaboration, this edition reflects how synergy between government agencies and active community participation has become the driving force behind innovations with real impact on public services. Many of the innovations featured in this profile have received recognition at both regional and national levels, demonstrating the growing capacity and creativity of Trenggalek's civil servants. This document is intended to serve as a strategic reference and a source of ongoing inspiration for the sustainable development of regional innovation.</p>2024-12-31Copyright (c) 2024 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/4Regional Innovation Profile 20242026-03-28BAPPERIDA Trenggalek<p>The Regional Innovation Profile: <em>Innovation as a Solution 2024</em> documents selected innovations developed by the Trenggalek Regency Government as concrete responses to real challenges faced by its communities, in accordance with Law No. 23 of 2014 on Regional Government. This edition marks a paradigm shift in how innovation is framed — not merely as an achievement to be celebrated, but as a measurable, citizen-centered instrument for problem-solving. The innovations featured have earned recognition at regional and national levels, reflecting an increasingly mature culture of innovation among Trenggalek's civil servants. This document is intended to serve as a strategic reference and a catalyst for the continued development of solution-driven innovation in the years to come.</p>2023-12-31Copyright (c) 2023 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/2Regional Innovation Profile 20222026-03-28BAPPERIDA TRENGGALEK<p>The Regional Innovation Profile: <em>Accelerating Trenggalek's Achievements in 2022</em> documents a range of innovations developed by the Trenggalek Regency Government as part of its commitment to improving local governance performance, in accordance with Law No. 23 of 2014 on Regional Government. This volume presents flagship innovations that have not only enhanced the quality of public services at the local level, but have also gained recognition at the regional and national stages. Compiled through cross-agency collaboration and active community participation, this profile reflects Trenggalek's dedication to fostering an innovation culture driven by the creativity of its civil servants and the engagement of its citizens. It is hoped that this document will serve as a reference and source of inspiration for the continued development of regional innovation in the years ahead.</p>2022-12-31Copyright (c) 2022 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/31Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-20242026-04-16Bappenas<p data-start="140" data-end="473">Dokumen RPJMN 2020–2024 merupakan penjabaran visi dan misi pembangunan nasional yang berlandaskan pada arah kebijakan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Pemerintah Indonesia</span></span> dalam mewujudkan Indonesia maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. RPJMN ini menjadi tahapan keempat dari <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025</span></span>.</p> <p data-start="475" data-end="866">Fokus utama RPJMN 2020–2024 adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan struktur ekonomi yang produktif dan berdaya saing, pembangunan yang merata dan berkeadilan, serta pencapaian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Selain itu, pembangunan juga diarahkan pada penguatan infrastruktur, transformasi digital, reformasi birokrasi, dan stabilitas politik, hukum, serta keamanan.</p> <p data-start="868" data-end="1246">RPJMN ini mengusung tujuh agenda pembangunan nasional, antara lain: memperkuat ketahanan ekonomi, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan, meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, memperkuat infrastruktur, membangun lingkungan hidup dan ketahanan bencana, serta memperkuat stabilitas politik dan pelayanan publik.</p> <p data-start="1248" data-end="1472">Pelaksanaan RPJMN diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional menjelang Indonesia Emas 2045.</p>2020-01-17Copyright (c) 2020 TGX PRESShttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/37RPJPD Kabupaten Trenggalek Tahun 2005-20252026-04-16Pemerintah Kabupaten Trenggalek<p class="isSelectedEnd">Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Trenggalek Tahun 2005–2025 merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pembangunan Kabupaten Trenggalek secara berkelanjutan. Dokumen ini memuat visi, misi, arah kebijakan, serta sasaran pokok pembangunan daerah yang dilaksanakan secara bertahap melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).</p> <p>Pelaksanaan RPJPD Kabupaten Trenggalek Tahun 2005–2025 diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta penguatan tata kelola pemerintahan. Selama periode pelaksanaannya, pembangunan daerah telah menghasilkan berbagai capaian sekaligus menghadapi dinamika dan tantangan pembangunan yang menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan kebijakan pembangunan jangka panjang periode berikutnya.</p>2010-11-22Copyright (c) 2010 BAPPERIDAhttps://doc.bapperida.trenggalekkab.go.id/index.php/tgx/catalog/book/29Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-20252026-04-15Bappenas<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&:has([data-writing-block])>*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:e0d60ce0-cab0-4159-b52b-2f06c448e55f-1" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant"> <div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)"> <div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn"> <div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow"> <div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="aa67b4e8-c24e-47e4-a744-30f868f6a4c6" data-message-model-slug="gpt-5-3" data-turn-start-message="true"> <div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden"> <div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling"> <p data-start="37" data-end="513" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025 yang ditetapkan melalui <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007</span></span> merupakan pedoman pembangunan nasional selama 20 tahun untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Pembangunan dilaksanakan secara bertahap melalui empat periode RPJMN dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, daya saing ekonomi, pemerataan pembangunan, serta tata kelola pemerintahan yang baik dan berkelanjutan.</p> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </section>2007-02-05Copyright (c) 2007 TGX PRESS