Pelaksanaan Program MMD 1000-D Kelompok 51 Universitas Brawijaya di Desa Sumberbening, Kabupaten Trenggalek: Inovasi IPTEKS untuk Mewujudkan Desa Berdaya melalui Pendekatan Partisipatif dan Berkelanjutan
Kata Kunci:
MMD, Inovasi Daerah, Potensi Lokal, Kopi Trenggalek##submission.synopsis##
Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 1000-D Kelompok 51 Universitas Brawijaya dilaksanakan di Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada 6 Juli hingga 6 Agustus 2026, dengan mengusung tema "Mahasiswa Berdampak melalui Inovasi IPTEKS Menuju Desa Berdaya". Program ini dirancang melalui pendekatan partisipatif yang diawali dengan survei lapangan, identifikasi kebutuhan, serta diskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat, sehingga program yang disusun benar-benar berangkat dari kondisi dan aspirasi warga setempat.
Hasil identifikasi kebutuhan diterjemahkan ke dalam sembilan program kerja yang mencakup empat sektor utama: lingkungan, pertanian dan kehutanan, hukum dan kelembagaan, serta pariwisata. Di antaranya adalah GEMAS (pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot), TANGKAS (penguatan tata kelola sampah), GEMBUR (pemanfaatan kotoran hewan menjadi pupuk organik), serta program-program lain yang mendukung penguatan kelembagaan desa dan pengembangan potensi wisata berbasis digital.
Bab ini membahas latar belakang, metode pelaksanaan, siklus kegiatan, hingga hasil dan analisis dari masing-masing program menggunakan pendekatan diagram fishbone, sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah atas pelaksanaan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan.
Unduhan
Unduhan
##catalog.published##
##series.series##
##catalog.categories##
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.