Keberdayaan Gender di Sektor Wisata: Solusi Feminisasi Kemiskinan?
Kata Kunci:
Patriarki, Ketimpangan Gender, Perempuan, Peran Domestik, Pandemi Covid-19##submission.synopsis##
Perempuan, dengan berbagai stigma yang melekat, terus menjadi perhatian dalam berbagai sektor, termasuk politik dan ekonomi. Upaya peningkatan keterwakilan perempuan di ruang publik serta akses yang setara terhadap pekerjaan menunjukkan adanya kemajuan, namun realitasnya masih menghadapi hambatan budaya patriarki yang menempatkan perempuan sebagai “kelas dua”. Stigma seperti “masak, macak, manak” masih melekat kuat dan membatasi peran perempuan dalam ranah domestik. Situasi ini semakin diperberat selama pandemi Covid-19, ketika tekanan ekonomi meningkat akibat penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan, yang pada banyak kasus memicu meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Data menunjukkan bahwa 42% responden mengalami peningkatan frekuensi kekerasan selama pandemi. Selain itu, beban perempuan bertambah dengan tanggung jawab mendampingi anak belajar daring, mengurus rumah tangga, sekaligus bekerja bagi perempuan yang memiliki pekerjaan formal. Pengalaman ini juga dirasakan oleh perempuan pekerja yang tetap harus menjalankan peran domestik tanpa dukungan pasangan. Kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan peran gender yang masih kuat dalam masyarakat patriarkis. Namun, dalam perspektif budaya Jawa, peran domestik perempuan tidak selalu dimaknai sebagai keterbatasan, melainkan sebagai bagian dari simpul sosial yang lebih luas. Rumah tangga dipandang sebagai ruang yang terhubung dengan ranah publik, sehingga aktivitas perempuan di luar rumah dapat dipahami sebagai perpanjangan dari peran domestik. Dengan demikian, tidak seharusnya ada penolakan terhadap partisipasi perempuan dalam pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas sosial, selama tetap berakar pada nilai-nilai sosial keluarga.
Unduhan
Unduhan
##catalog.published##
##series.series##
##catalog.categories##
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.