Penguatan Daya Saing Perikanan Trenggalek Melalui Hilirasi Komoditass Tuna Tongkol Cakalang
Kata Kunci:
Hilirisasi Perikanan, Tuna Tongkol Cakalang, Trenggalek, Rantai Dingin, Sertifikasi, Keberlanjutan Ekonomi Nelayan##submission.synopsis##
Tantangan utama hilirisasi meliputi pasokan bahan baku yang tidak pasti akibat musim, keterbatasan rantai dingin dan teknologi pascapanen, kapasitas SDM, beban perizinan dan sertifikasi bagi usaha mikro-kecil, keterbatasan akses modal, serta pemasaran yang masih dominan lokal/regional.
● Persoalan utama perikanan TTC Trenggalek bukan semata-mata bagaimana meningkatkan volume tangkapan, tetapi bagaimana mengubah hasil tangkapan yang fluktuatif dan mudah rusak menjadi produk bernilai tambah yang memiliki pasar lebih luas, dengan tetap menjamin keberlanjutan sumber daya ikan.
● Strategi hilirisasi harus membedakan posisi komoditas. Ekosistem hilirisasi TTC di Kabupaten Trenggalek telah terbentuk melalui berbagai produk yakni ikan asap/sapit, pindang, lumatan daging ikan, dan berbagai produk diversifikasi. Namun nilai tambah, standardisasi, kapasitas usaha, dan akses pasar masih perlu ditingkatkan.
Unduhan
Unduhan
##catalog.published##
##series.series##
##catalog.categories##
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.