Membaca Pasar Kopi Trenggalek
Kata Kunci:
Kopi Trenggalek, Kaji Pasar, Hulu Hilir, Petani Kopi, Coffee Shop##submission.synopsis##
- Kajian ini bertujuan untuk memetakan pasar kopi di Trenggalek dari hulu ke hilir.
- HULU: Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun masyarakat memiliki minat dan kebanggaan yang tinggi terhadap kopi asli Trenggalek, khususnya dari wilayah dataran tinggi seperti Bendungan dan Dongko, promosi produk lokal masih belum optimal dan stok masih terbatas. Selain itu, sebagian besar kopi Trenggalek masih dipasarkan dalam bentuk asalan dengan mutu pascapanen yang belum terstandarisasi.
- HILIR: Hilir kopi di Trenggalek terus tumbuh, bahkan melampaui kemampuan produksi dari kopi lokal. Pendorong utama loyalitas konsumen dalam pemilihan merek adalah konsistensi rasa, lokasi yang strategis, serta kesesuaian tempat untuk interaksi sosial (nongkrong) maupun kerja jarak jauh (remote work).
- Data yang diperoleh mengungkap budaya minum kopi yang dinamis yang didorong terutama oleh generasi muda (Gen Z dan Milenial). Budaya ini dicirikan oleh struktur pasar ganda yang unik:
- Sektor "Warkop" Tradisional: Berfokus pada penyediaan kopi hitam yang kuat, intens, dengan kisaran harga Rp. 5000,00
- Sektor "Kafe" Modern: Memprioritaskan kenyamanan suasana sosial, estetika tempat, dan variasi minuman berbasis susu dan robusta, dengan preferensi harga di bawah Rp. 15.000,00
Unduhan
Data unduhan belum tersedia.
Unduhan
##catalog.published##
2026-08-16
##series.series##
##catalog.categories##
Hak Cipta (c) 2026 TGX PRESS
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.