Nilam sebagai Produk Unggulan Daerah: Strategi Hilirisasi untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing
Keywords:
Nilam, Hilirisasi, Produk Unggulan Daerah, Minyak Atsiri, Riset PasarSynopsis
● Nilam berpotensi besar sebagai Produk Unggulan Daerah (PUD) prioritas di Kabupaten Trenggalek yang memiliki peluang besar pada industri parfum, kosmetik, aromaterapi, farmasi, dan wellness product. Pada tahun 2025, produksi daun nilam kering mencapai 1.176,49 ton dengan luas tanam 172,15 hektare. Meski demikian, sebagian besar nilai tambah ekonomi masih dinikmati industri hilir di luar daerah karena komoditas nilam masih dipasarkan dalam bentuk daun kering dan minyak nilam.
● Hasil kajian lapangan, wawancara, studi literatur, dan Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa tantangan utama pengembangan nilam meliputi produktivitas yang belum maksimal, keterbatasan bibit unggul, belum tersedianya laboratorium mutu, rendahnya standarisasi produk, lemahnya kelembagaan usaha, harga yang tidak stabil dan belum berkembangnya industri hilir berbasis minyak atsiri.
● Hasil survei masyarakat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap nilam masih relatif rendah, terdapat 50 persen responden yang pernah mendengar nilam. Namun, potensi pasar produk hilir nilam cukup besar, ditunjukkan oleh 93,3 persen responden yang tertarik membeli produk akhir nilam khas Trenggalek dan 96,7 persen yang menilai nilam layak dikembangkan sebagai Produk Unggulan Daerah.
● Policy brief ini merekomendasikan penguatan budidaya, pembangunan sistem mutu, penguatan kelembagaan bisnis, serta pengembangan produk turunan bernilai tambah sebagai strategi transformasi ekonomi daerah.
Downloads
Downloads
Published
Series
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.