Kesiapan Trenggalek Menuju Kota Kreatif

Authors

Harendhika Lukiswara
Bapperida Trenggalek

Keywords:

Ekonomi Kreatif, Kota Kreatif, Inovasi Daerah, Kopi, Trenggalek Creative City

Synopsis

Menjamurnya kedai kopi di berbagai sudut kota mencerminkan perubahan gaya hidup sekaligus transformasi ekonomi menuju ekonomi kreatif. Fenomena ini terlihat pada sosok seperti Roni, seorang software engineer freelance yang memanfaatkan kedai kopi sebagai ruang kerja alternatif untuk menstimulus ide dan kreativitas. Kedai kopi tidak lagi sekadar tempat konsumsi, tetapi menjadi ruang sosial produktif bagi pekerja kreatif seperti penulis, musisi, dan desainer. Studi dalam Journal of Consumer Research menunjukkan bahwa tingkat kebisingan rendah hingga sedang di kafe dapat meningkatkan kemampuan berpikir abstrak dan mendorong lahirnya ide-ide kreatif. Dalam konteks yang lebih luas, keberadaan kedai kopi kerap diasosiasikan sebagai indikator tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di suatu kota. Hal ini sejalan dengan transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam, ke industri, hingga kini berbasis pengetahuan dan kreativitas, di mana ide menjadi faktor produksi utama. Ekonomi kreatif menekankan pada proses penciptaan nilai dari gagasan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti desain, musik, kuliner, hingga perangkat lunak. Kreativitas membutuhkan ruang fisik yang mendukung interaksi dan kolaborasi, sehingga kota memiliki peran strategis dalam menyediakan ekosistem tersebut. Oleh karena itu, banyak kota berlomba membangun identitas sebagai kota kreatif. Kabupaten Trenggalek, melalui visi Trenggalek Creative City dalam RPJMD 2021–2026, berupaya menjadikan wilayahnya sebagai pusat pertumbuhan berbasis kreativitas. Namun, upaya ini memerlukan kesiapan sumber daya manusia, pembangunan ekosistem yang kondusif, serta penentuan sektor unggulan yang mampu menjadi penggerak utama ekonomi kreatif daerah.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-10-12

Categories