STUDI BIOEKONOMI PADA PERIKANAN BENIH BENING LOBSTER DI KABUPATEN TRENGGALEK

Authors

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia
Bapperida Trenggalek

Keywords:

Bioekonomi, Benih Bening Lobster, Fox Model, Analisis Ekonomi Perikanan, Kabupaten Trenggalek

Synopsis

Kabupaten Trenggalek sebagai wilayah pesisir memiliki potensi sumber daya kelautan yang melimpah, salah satunya adalah komoditas lobster yang menjadi sumber penghidupan bagi banyak nelayan skala kecil. Salah satu kawasan penting dalam produksi benih bening lobster (BBL) adalah Prigi yang termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Potensi lobster pasir di perairan Prigi diperkirakan mencapai 1,91 ton per tahun, namun tingkat pemanfaatannya masih sekitar 44,53%. Meskipun demikian, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) benih bening lobster di alam sangat rendah, yakni hanya sekitar 1%, yang berarti dari 1.000 benih hanya sekitar 10 ekor yang dapat bertahan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis aspek lingkungan dan ekonomi penangkapan BBL di Kabupaten Trenggalek. Hasil analisis menunjukkan bahwa estimasi jumlah tangkapan BBL menggunakan model Fox sebesar 874 ekor per minggu masih berada di bawah kuota nasional sebesar 2.795 ekor per minggu. Dari sisi lingkungan, aktivitas penangkapan juga masih berada di bawah ambang batas dengan nilai Effort Optimum Area (EOA) sebesar 127 upaya per keramba dan Catch Optimum Area (COA) sebesar 845 ekor per minggu. Namun demikian, tidak ditemukan korelasi signifikan antara jumlah alat tangkap dengan hasil tangkapan. Dari sisi ekonomi, usaha penangkapan BBL dinilai kurang layak karena nilai maksimum keuntungan hanya mencapai Rp7.836.266,44 dengan upaya optimal 25 keramba. Melebihi batas tersebut, nelayan berpotensi mengalami kerugian, sehingga diperlukan strategi pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-10-12

Categories